MEGATHRUST DI INDONESIA {AILLA SHAVIRA NATASYA}

 MEGATHRUST DI INDONESIA 


1.) Pengertian Megathrust : 

Megathrust adalah zona pertemuan lempeng tektonik yang saling bertumbukan, di mana salah satu lempeng bergerak menunjam ke bawah lempeng lainnya (zona subduksi). Pergerakan ini menciptakan tekanan besar yang jika dilepaskan secara tiba-tiba dapat menyebabkan gempa bumi berskala sangat besar (megathrust). Gempa ini berpotensi memicu tsunami dahsyat, seperti yang terjadi di Aceh pada tahun 2004.

2.) Dampak Megathrust :
  • Tsunami: Pergeseran dasar laut yang disebabkan oleh gempa dapat memicu gelombang tsunami raksasa yang menerjang wilayah pesisir.
  • Kerusakan Infrastruktur: Guncangan gempa yang kuat dan berdurasi lama dapat merobohkan bangunan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
  • Korban Jiwa: Dampak paling fatal adalah hilangnya nyawa akibat reruntuhan bangunan atau sapuan gelombang tsunami.
  • Kerugian Ekonomi: Kerusakan yang meluas menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar dan terganggunya aktivitas sosial.
3.) Sejarah Gempa Megathrust :
  • Gempa dan Tsunami Aceh (2004): Gempa berkekuatan M 9,1–9,3 yang memicu tsunami dan menewaskan lebih dari 230.000 orang di 14 negara.
  • Gempa Nias (2005): Gempa susulan dari gempa Aceh dengan kekuatan M 8,7.
  • Gempa dan Tsunami Mentawai (2010): Gempa M 7,7 yang menyebabkan tsunami dan menewaskan lebih dari 500 orang.
4.) Zona Megathrust :
  • Zona Subduksi Sunda: Membentang dari pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, hingga Nusa Tenggara.
  • Zona Subduksi Banda: Berada di sekitar Laut Banda.
  • Zona Subduksi Utara Papua: Terletak di utara Papua.
  • Zona Subduksi Sulawesi Utara: Berada di sekitar Sulawesi bagian utara.
5.) Mitigasi Bencana Megathrust :
  • Sistem Peringatan Dini: Mengembangkan dan meningkatkan sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) agar lebih akurat dan cepat.
  • Edukasi Masyarakat: Memberikan pelatihan dan simulasi evakuasi secara berkala di daerah-daerah rawan bencana.
  • Tata Ruang: Mengatur zonasi wilayah pesisir untuk membatasi pembangunan permanen di area yang berpotensi tinggi terkena dampak tsunami.
•> 10 hal yang akan saya lakukan jika terjadi megathrust :

  1. Tetap tenang dan lindungi diri. Jika Anda berada di dalam ruangan, segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau merunduk di bawah tempat tidur. Jauhi jendela, cermin, dan benda-benda berat yang bisa jatuh. Jika Anda berada di luar ruangan, cari tempat terbuka, jauhi gedung tinggi, tiang listrik, dan pohon.
  2. Jika berada di kendaraan, segera menepi. Berhenti di tempat yang aman dan jauh dari jembatan, terowongan, atau tiang listrik. Tetaplah di dalam kendaraan sampai guncangan berhenti.
  3. Matikan sumber listrik dan gas. Setelah guncangan mereda, segera matikan aliran listrik dan gas untuk menghindari korsleting atau ledakan. Jika Anda mencium bau gas, segera buka jendela dan keluar dari rumah.
  4. Evaluasi kondisi diri dan sekitar. Periksa apakah ada anggota keluarga yang terluka dan berikan pertolongan pertama jika memungkinkan. Perhatikan juga kerusakan di sekitar Anda, seperti retakan di dinding atau kebocoran pipa.
  5. Perhatikan peringatan dini tsunami. Gempa megathrust seringkali diikuti oleh tsunami. Jika Anda tinggal di wilayah pesisir dan guncangan gempa terasa kuat dan berlangsung lama, segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi, bahkan sebelum ada peringatan resmi.
  6. Ikuti jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Pastikan Anda dan keluarga sudah mengetahui jalur evakuasi menuju tempat yang aman, seperti bukit atau dataran tinggi. Ikuti petunjuk dari pihak berwenang.
  7. Jangan kembali ke rumah. Setelah evakuasi, jangan kembali ke rumah sampai ada informasi resmi dari pihak berwenang bahwa kondisi sudah aman. Tsunami bisa datang dalam beberapa gelombang.
  8. Pantau informasi dari sumber terpercaya. Dengarkan radio atau pantau media sosial dari sumber resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hindari menyebarkan berita atau informasi yang tidak jelas kebenarannya.
  9. Siapkan tas siaga bencana. Pastikan Anda sudah memiliki tas yang berisi kebutuhan dasar, seperti makanan dan air bersih, obat-obatan, senter, baterai, peluit, selimut darurat, uang tunai, dan dokumen penting.
  10. Jalin komunikasi dengan keluarga. Jika memungkinkan, gunakan pesan teks atau aplikasi pesan instan untuk menghubungi keluarga dan kerabat. Hindari menelepon karena dapat membebani jaringan dan mengganggu komunikasi untuk keadaan darurat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGGOTA KE-2 "REKAP KEGIATAN KOKURIKULER HARI KE 3-4 °DENIAR RAYYA N.K/XDPIB-1/30°

MEGATHRUST 《ANZEL MAHAJAYANTI 》

REFLEKSI KEGIATAN KOKURIKULER DRAMA OPERET | ☆ Anzel Mahajayanti ☆